7

Sifat berbelanja dan jiwa

Berhati-hatilan bagi para shopaholic yang suka kalap saat berbelanja di mal, plaza, atau factory outlet kesayangan mereka. Jangan-jangan, jiwa Anda sedang tertekan.

Sekumpulan peneliti Barat menyimpulkan, hasrat belanja yang berlebihan bukan hanya sekadar berkaitan dengan sikap materialistik individu, tetapi juga disebabkan oleh masalah yang lebih berat, seperti tidak yakin kepada diri sendiri, pemurung, gelisah, dan mengalami tekanan jiwa.

Yang lebih mengkhawatirkan lagi, kesimpulan peneliti Universitas Richmond dan Universitas Illinois di Amerika Serikat menyebutkan sikap suka mubazir seperti itu kerap menjadi sumber masalah keuangan dan pertengkaran keluarga, yang kini semakin meruyak.

Peneliti tersebut, Nancy M Ridgway, Monika Kukar-Kinney, dan Kent B Monroe, menciptakan satu teoti khusus untuk mengukur karakter berbelanja yang berlebihan dan sukar dikendalikan itu. Hasil kajian tersebut bakal dipaparkan dalam edisi terbaru Journal of Consumer Research, Desember ini.

“Teori itu bertujuan untuk mengenal pasti pelanggan yang mempunyai gerak hati yang kuat untuk berbelanja, sering berbelanja banyak dan pada sukar mengawal keinginan untuk terus membeli,” kata mereka. Dampak karakter itu akan menyebabkan masalah keuangan dan pertengkaran keluarga yang melibatkan fulus.

Namun, para peneliti ini menyimpulkan juga bahwa individu yang berpendapatan tinggi dan suka berbelanja gila-gilaan, memiliki risiko kecil untuk bertengkar dengan anggota keluarga biarpun nafsu berbelanja mereka itu sukar dikendalikan.

sumber :
Bobby Chandra
untuk http://www.tempointeraktif.com/hg/kesehatan/2008/09/20/brk,20080920-136551,id.html

Filed in: Dunia Kesehatan

Recent Posts

SHARE

7 Responses to "Sifat berbelanja dan jiwa"

  1. ceritasenja says:

    hehe, wah saya masuk kategori itu ndak ya..
    *mikir berattt*

  2. Qisthon says:

    Bingung, apanya yang mau dibelanjakan :D

  3. ika says:

    kayaknya saya aneh deh, soalnya walau cewe,tapi saya ndak suka blanja blanji..hehe

  4. deddy says:

    wah biar pun saya tidak berpenghasilan tinggi
    tapi begitu stress berat bisa belanja super gila
    tapi belanja makanan

  5. iwan says:

    belanja terus tampa mikirin masukan… apa kata dunia?

  6. Raden Beletz says:

    samal kenal dan salam sukses :D

  7. caroline says:

    “Namun, para peneliti ini menyimpulkan juga bahwa individu yang berpendapatan tinggi dan suka berbelanja gila-gilaan, memiliki risiko kecil untuk bertengkar dengan anggota keluarga biarpun nafsu berbelanja mereka itu sukar dikendalikan.”

    kayaknya aku termasuk kategori yang satu ini, mas… *kedip kedip*
    bhuahahahaha…

Leave a Reply

Submit Comment