Sebuah senyum dapat menggambarkan ekspresi seseorang. Namun tahukah anda, keindahan senyum merupakan bakat yang terbentuk dari lahir.
Bermacam-macam senyum. Mulai dari senyum yang dipaksakan, senyum simpul, hingga senyum lebar. Sebuah penelitian menemukan, keindahan sebuah senyum sangat terkait sekali dengan gen yang dimiliki oleh seseorang. Hal ini dibuktikan melalui penelitian yang melibatkan 4800 buah foto dua orang atlet judo, yang salah satunya menderita kebutaan.
Para peneliti melihat, kedua orang tersebut memiliki ekspresi yang sama untuk menunjukkan emosi yang mereka alami, yaitu sama-sama berusaha untuk menunjukkan emosi sesuai dengan keadaan sosial.
Contohnya, saat keduanya mengikuti kejuaraan paralympic untuk memperebutkan medali emas. Sayangnya, keduanya tidak berhasil untuk mendapatkan emas. Sang atlet buta berhasil mendapatkan medali perak sedangkan yang satunya lagi, atlet dengan penglihatan normal, tidak mendapatkan juara sama sekali.
Kedua atlet tersebut sama-sama menunjukkan ‘senyum sosial’. Senyum dengan kategori ini dapat dibentuk dengan hanya menggerakkan otot mulut tanpa bantuan otot lainnya. Sedangkan senyum yang sebenarnya, yang dikenal dengan nama Duchenne Smile, tidak hanya menggerakkan otot mulut tapi juga menyebabkan kedua mata berkedip sehingga mengakibatkan kedua tulang pipi terangkat.
“Mereka yang kalah pertandingan, kebanyakan hanya mengangkat bibir bawah mereka untuk mengendalikan emosi mimik wajah mereka. Kebanyakan dari mereka hanya membentuk senyum sosial,” ujar psikolog dari Universitas San Fransisco David Matsumoto, seperti dikutip melalui Live Science,
Sumber : http://techno.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/12/30/56/178103/senyum-indah-terbentuk-sejak-lahir

