-

Renang lebih cepet diroma

Sejumlah rekor renang dunia berhasil dipecahkan dalam Olimpiade Beijing, Agustus lalu. Tanpa meremehkan kemampuan para atlet yang terus berlatih tanpa kenal lelah, penggunaan pakaian renang berteknologi tinggi, Speedo LZR, harus diakui, telah memberikan keuntungan bagi mereka untuk berenang lebih cepat.

Kini, ada satu lagi teknologi baru yang dipastikan bakal membuat rekor renang dunia kembali bertumbangan pada 2009. Teknologi canggih itu hadir dalam bentuk blok start revolusioner yang akan diperkenalkan untuk pertama kalinya pada World Championship di Roma, Italia, tahun depan.

Desain panggung kecil yang digunakan perenang sebagai tempat bertumpu sebelum melompat ke air ini amat berbeda, karena memungkinkan perenang meluncur masuk ke dalam kolam dengan posisi optimal. Blok start itu berbentuk segitiga dengan ujung lebih tipis di sisi depan dan meninggi di bagian belakang, sehingga memiliki kemiringan lebih tajam dibandingkan starting block lama yang datar.

Blok start itu dikembangkan oleh Omega, perusahaan jam terkemuka Swiss yang bertanggung jawab atas pencatatan waktu dalam berbagai kompetisi dunia. “Pijakan kaki itu dapat diatur sehingga memungkinkan perenang menggunakan start jongkok dengan posisi tumit membentuk sudut 90 derajat dengan lutut, sehingga menghasilkan start yang optimal,” kata perwakilan perusahaan itu.

Menurut Christophe Berthaud, Bos Omega Timing, inovasi itu sengaja dikembangkan Omega karena penyempurnaan pencatat waktu untuk pertandingan olahraga adalah tugas konstan. “Ada evolusi teknologi yang permanen. Ketika atlet meningkat, persaingan mereka semakin ketat, sehingga Anda harus memiliki teknologi yang kian akurat,” ujarnya.

Untuk menghasilkan pencatatan waktu yang akurat, kata Berthaud, terkadang harus dimulai sejak awal sampai akhir pertandingan. Selama ini mereka tak pernah mengukur berapa lama seorang atlet berada di dalam kolam. “Akurasi maksimum pada awal dan akhir akan membuat perbedaan besar,” ujarnya.

Cameron Van der Burgh, perenang Afrika Selatan, telah menjajal blok start itu dan menganggap inovasi Omega tersebut turut berjasa membantunya mencetak rekor gaya dada 50 meter. “Blok itu membantu saya mencapai waktu di bawah 26 detik,” ujarnya. “Rasanya amat luar biasa menjadi orang pertama yang bisa menembus batas 26 detik.”

Juru bicara Omega, Peter Huerzeler, mengatakan pengujian blok itu bersama sekelompok perenang junior elite Jerman telah menunjukkan perbaikan waktu start sampai satu per sepuluh detik. “Blok start track satu kaki di depan dan satu kaki di belakang juga populer di antara para perenang. Tanpa blok ini, upaya pemecahan rekor tak ada harapan, karena mereka tak punya sesuatu untuk mendorongnya dari belakang kaki mereka,” ujarnya. “Ini semata-mata hanya sebuah advantage bagi perenang, tidak lebih.”

Meski balok itu mampu memangkas waktu sampai satu per sepuluh detik, tak semua pihak setuju blok start tersebut bakal digunakan dalam kompetisi renang dunia. Sebenarnya badan mengatur kompetisi renang dunia, FINA, telah memberi lampu hijau terhadap inovasi ini sejak awal 2008. Bahkan blok start ini telah diuji coba pada kolam pemanasan untuk World Championship 2007 di Melbourne, Australia, dan test event untuk Olimpiade Beijing, Januari lalu.

Semula, blok start Omega itu akan dipasang untuk Olimpiade Beijing, tapi keputusan tersebut dibatalkan karena federasi nasional tak mungkin menyelesaikannya tepat waktu agar para perenang dapat membiasakan diri. “FINA akan mempertimbangkan kriteria ini untuk memvalidasi blok itu paling lambat pertengahan Maret,” kata Cornel Marculescu, direktur eksekutif badan renang dunia.

Kepala pelatih tim Australia, Allan Thompson, menyatakan semua orang memang berpikir blok baru itu sebagai gagasan hebat, tapi dia tak bersedia mempertaruhkan para perenangnya karena tak cukup waktu untuk berlatih menggunakannya sebelum Olimpiade. “Jika kita tidak siap melakukannya dengan waktu yang cukup, jangan dipaksakan,” kata Thompson.

Pakar renang Eropa mengatakan anak tangga dan plat miring, dengan tempat pijakan tumit yang dapat diubah menjadi lima posisi berbeda, sesungguhnya mirip dengan blok start yang kini digunakan dalam nomor atletik di trek dan lapangan. “Itu jelas akan memberikan penampilan yang lebih baik bagi para perenang,” kata Claude Fauquet, kepala pelatih renang tim nasional Prancis.

Fauquet menyatakan, bentuk pijakan belakang itu membuat kecepatan seseorang ketika meninggalkan balok akan jauh lebih penting dalam peraihan waktu. “Jika seorang perenang lebih cepat pada awal pertandingan, dia akan melesat lebih jauh di dalam air,” ujarnya. “Sehingga jarak yang tersisa untuk direnangi lebih pendek, dan makin banyak tenaga yang tersedia untuk seluruh pertandingan.”

Alain Bernard, juara 100 meter gaya bebas di Beijing, mengakui keuntungan yang bakal diberikan balok baru buatan Omega itu. “Perenang dapat meluncur lebih jauh,” kata pemecah empat rekor dunia pada 2008 tersebut. “Start adalah poin kelemahan saya, kini saya bisa memperoleh 0,2 detik.”

Atlet Prancis itu mengatakan blok tersebut amat nyaman. Hal itu juga dirasakan perenang senegaranya, Filippo Magnini. “Anda tak mungkin jatuh dari blok itu karena berat badan ditransfer ke tumit.”

Pelatih tim Prancis, Denis Auguin, meramalkan bahwa blok start ini akan membawa perubahan besar dalam dunia olahraga. “Tenaga tambahan yang dapat diperoleh seorang perenang dari blok start yang ada sekarang ini amat minim, karena tak ada penunjang bagi tumit kaki,” katanya.

Auguin khawatir inovasi baru tersebut akan kembali mengundang kontroversi, seperti pakaian renang ketat Speedo LZR yang membantu perenang Amerika Serikat, Michael Phelps, memecahkan rekor dunia dalam Olimpiade 2008. Namun dia menilai blok start baru ini tak akan terlalu mencoreng sportivitas yang dijunjung tinggi dalam dunia olahraga dibanding penggunaan baju renang eksklusif. “Meski perenang yang lebih kuat bakal menuai keuntungan,” ujarnya. “Namun penampilan yang lebih baik juga bergantung pada kerja keras dan penyempurnaan latihan.”

Sebuah komite teknis akan bertemu pada akhir Januari mendatang di Miami, Florida, untuk mempelajari semua proposal yang diajukan oleh komisi renang dalam sesi Piala Dunia di Stockholm, awal November lalu. Namun pertemuan itu diperkirakan hanya akan meneken perkenalan blok baru. Secara resm
sumber :
TJANDRA DEWI | AP | OMEGA |BBC pada  http://www.tempointeraktif.com/hg/sains/2008/11/28/brk,20081128-148652,id.html

Filed in: Dunia Sains Tags: ,

Recent Posts

SHARE