-

Printer tanpa tinta

Apa yang terbetik di benak Anda saat mendengar printer warna tanpa tinta, mungkinkah?

Tentu saja mungkin, faksimili saja bisa.

Printer tanpa tinta secara prinsip mungkin sama dengan faksimili. Panas dimanfaatkan

untuk mengubah molekul-molekul di permukaan kertas untuk menampilkan gambar.

Faksimili mungkin diutamakan untuk mengirim dokumen atau pesan singkat sehingga

kualitas cetakan atau warna bukan yang utama. Sedangkan printer tanpa tinta pertama

yang segera dirilis Polaroid menawarkan cetak untuk foto.

Sebagai ganti tinta, dikembangkan kertas foto berlapis kristal mengilap yang dipatenkan

dengan nama kertas ZINK. Panas yang dihasilkan printer akan melelehkan kristal cyan,

kuning, dan megenta di permukaan kertas sehingga menghasilkan warna dengan komposisi

berbeda-beda.

Printer ini memang didesain dengan teknologi ZINK (Zero Ink) Imaging, yang dikembangkan

sebuah perusahaan teknologi di North Carolina, AS. Polaroid akan merilis dua produk

pertama, Mobile Photo Printer dan Integrated Digital Camera and Printer.

Produk pertamanya cocok untuk aktivitas bergerak karena hanya seukuran 11,75 x 7 x 2,25

centimeter. Namun, printer tersebut baru dapat mencetak kertas berukuran maksimal 5 x

7,5 centimeter.

Mencetak foto dari kamera digital atau ponsel dengan printer ini dapat dilakukan

melalui koneksi bluetooth atau USB. Mobile Photo Printer akan dirilis sekitar Maret

2008 dengan harga 150 dollar AS.

ZINK juga telah bekerja sama dengan tiga perusahaan lainnya, Alps Electric Co Ltd,

Foxconn Technology Group, dan TOMY Company dana akan merilis untuk ukuran cetak lebih

besar hingga 10 x 15 centimeter. Bahkan, bukan mustahil teknologi printer tanpa tinta

ini dalam waktu dekat akan ditanam ke dalam kamera digital, ponsel, atau PDA.(PHYSORG)

Filed in: Dunia Sains

Recent Posts

SHARE