Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Provinsi Lampung menyambut baik gagasan Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) tentang instrumen pasar fisik kopi terorganisasi secara online di Tanah Air.
“Pasar fisik kopi terorganisasi itu dapat membantu dan mempermudah perdagangan kopi lokal,” kata Ketua Kompartemen Renlitbang AEKI Lampung Muchtar Lutfie di Bandarlampung.
Sosialisasi pasar kopi secara online itu telah dilaksanakan di AEKI Lampung pada 11 September 2009.
Muchtar menyebutkan manfaat lain adalah terciptanya pasar komoditas kopi yang transparan dan efisien dalam arti lelang terbuka dan dapat diikuti dari manapun melalui internet.
Selain itu, mengurangi gagal serah dan gagal bayar artinya dapat meningkatkan kepercayaan pelaku pasar.
Di samping itu, menurut dia, pasar kopi online dapat dijadikan referensi harga bagi pelaku pasar lokal maupun global.
“Pasar lokal tidak menggunakan harga bursa luar sebagai referensi, malah sebaliknya menjadi salah satu faktor penentu harga internasional,” ujarnya.
Ketua Renlitbang AEKI Lampung itu menjelaskan syarat peserta lelang dalam pasar kopi online adalah berstatus pedagang dan harus terdaftar di BBJ.
Syarat lain yakni bersedia memberi dana jaminan tunai serta memiliki atau menguasai gudang penyimpanan.
“Pembeli harus menyimpan uang di Bank Garansi sebesar Rp100 juta dan penjual memiliki badan usaha juga diwajibkan menyimpan uang Rp100 juta dan petani Rp10 juta di bank yang sama,” kata Muchtar menambahkan.
Provinsi Lampung merupakan penghasil terbesar kopi robusta di Tanah Air, dengan rata-rata produksi sekitar 142.000 ton/tahun, dengan luas areal sekitar 163.000 hektare (ha), dan jumlah petani yang bekerja di sektor itu mencapai 230.000 kepala keluarga (KK).
Sumber : http://www.kapanlagi.com/h/pasar-kopi-online-dapat- sambutan-baik.html











jaman makin canggih aja………
hebat, serba online…
mohon info bila saya mo menjual kopi dari Kei, kemanaya??
mohon info
terimkasih