anyak terpapar sinar matahari ternyata bisa memacu bunuh diri. Penelitian yang dilakukan di Greenland menunjukkan, tingkat rata-rata bunuh diri naik tajam di musim panas dan makin besar saat tengah hari.
Penemuan ini dipublikasikan oleh Karin Sparring Bjorksten dari Karolinska Institutet di Swedia bersama dengan peneliti Denmark Peter Bjerregaard, serta Daniel Kripke warga California.
Penelitian akademis ini berdasarkan data dari 1968 hingga 2002. Di periode itu terjadi 1351 bunuh diri dan 308 pembunuhan.
Peneliti membandingkan tingkat rata-rata bunuh diri dengan pembunuhan juga konsumsi minuman keras untuk melihat apakah ada hubungan. Warga Greenlande biasanya minum bir lebih banyak di musim panas.
Penelitian itu mendapati, puncak bunuh terjadi pada Juni hingga menjelang musim dingin. Sementara kejadian pembunuhan yang disebabkan konsumsi bir tidak terjadi.
Bunuh diri tidak hanya terjadi saat musim panas, tapi juga yang tinggal di lebih ke utara dimana lebih banyak terpapar sinar matahari. Saat musim panas, matahari akan berada di angkasa selama 24 jam sehari.
Hal ini menyebabkan orang lebih cenderung bunuh diri dibandingkan yang tinggal di wilayah lain.
“Bunuh diri terkosentrasi di musim panas di lingkaran antartika dan terkonsentrasi di Greenland Utara,” tulis Bjorksten.
Sumber : http://inilah.com/berita/teknologi/2009/05/13/106522/hah-matahari-memacu-bunuh-diri/

