Anda sering mengalami alergi? Perhatikan konsumsi folat Anda. Menurut para peneliti dari Johns Hopkins Children’s Center, rendahya kadar folat berkaitan dengan peningkatan risiko alergi dan asma. Penelitian yang mereka lakukan melibatkan 800 partisipan. Diantara mereka ada yang sehat, ada juga yang menderita asma dan alergi.
Studi menemukan, partisipan dengan kadar folat terendah dalam darah memiliki risiko 31% lebih besar mengalami alergi dan 40% lebih besar mengalami sesak napas dibandingkan dengan mereka yang memiliki kadar folat tertinggi. Selain itu, mereka juga menemukan, partisipan dengan kadar folat terendah mempunyai kemungkinan 16% lebih besar terserang asma. Tetapi, menurut mereka, hasil yang berkenaan dengan asma ini tidak terlalu
signifikan.
Menurut pakar alergi sekaligus pemimpin studi Elizabeth C. Matsui, MD, MHS, hubungan antara folat dan alergi serta asma bergantung pada dosis. Artinya, orang-orang dengan kadar folat tertinggi mempunyai risiko terendah mengalami alergi dan sesak napas, sedangkan orang dengan kadar folat terendah mempunyai risiko paling tinggi.
Tetapi, terang Matsui, masih diperlukan studi lebih lanjut untuk menemukan mekanisme kerja di belakangnya.”Penemuan kami merupakan indikasi yang jelas kalau asam folik bisa membantu meregulasi respon sistem imun terhadap alergen, dan bisa mengurangi gejala alergi dan asma. Tapi, diperlukan studi lanjutan untuk melihat cara kerja di belakangnya,” ujar Matusi, seperti yang dikutip situs webmd.
Alergi, asma, dan asam folik
Menurut seorang pakar alergi Cascya Charlot, MD, dari Allergy and Asthma Care di Brooklyn, penemuan ini cukup menarik untuk mengundang studi-studi lanjutan yang bisa menetukan apakah suplementasi asam folik benar-benar bisa melindungi dari serangan asma dan alergi.
“Pasti ada sesuatu di baliknya dan kita perlu melihat apakah suplementasi asam folik bisa mengurangi gejala-gejala alergi dan asma,” terang dia.
Studi ini merupakan studi pertama yang menemukan kalau asam folik bisa melawan alergi dan asma. Beberapa studi awal sebelumnya malah mengindikasikan kalau suplementasi bisa memicu penyakit alergi pada beberapa populasi. Penelitain Oktober lalu dari Duke University melaporkan kalau kucing yang terekspose folat kadar tinggi selama dalam kandungan, memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit alergi di awal hidupnya.
“Hasil yang kontradiksi seperti ini memerlukan adanya penelitian lanjutan,” terang Charlot.
Sumber : http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2009/05/13/1163/9/Kurang-Folat-Picu-Alergi

