-

Kaitan jantung dan jam

mlah ahli jantung peneliti menemukan bahwa saat tanda waktu dimundurkan satu jam, kasus serangan jantung berkurang, riset di Swedia menunjukkan. Sedang dijika jarum digeser satu jam lebih cepat, jumlah serangan jantung bertambah.

Swedia, seperti negara Uni Eropa lain, memundurkan waktu selama satu jam setiap Ahad terakhir bulan Maret dan memajukan waktu satu jam setiap Ahad terakhir Oktober dimulai pukul 01.00 waktu setempat.

Jadi, pada dini hari Ahad terakhir Maret, pukul 01.00 akan berlangsung dua kali. Sebaliknya, pada Ahad terakhir Oktober, pukul 01.00 akan dihapus sehingga jam langsung ke pukul 02.00.

Nah, menurut hasil riset yang dipaparkan di Jurnal Kesehatan New England edisi Kamis (30/10), pada hari pertama setelah jam 1 ditambah sekali alias diperpanjang, jumlah serangan jantung berkurang lima persen.

Sebaliknya, saat pukul 1 dihapus alias jam dipercepat seperti Ahad (26/10), jumlah serangan jantung bertambah enam persen pada Senin dan Rabu. Puncak kenaikan serangan terjadi pada hari Selasa yang mencapai 10 persen.

Riset ditulis dua ahli Swedia yakni Dr. Imre Janszky dari Lembaga Karolinska dan Dr. Rickard Ljung dari Dewan Kesehatan dan Kesejahteraan Nasional Swedia. Janszky mulai memperhatikan perubahan ini pada Maret silam saat ia, dan warga Swedia lagi, masih menyesuaikan dengan waktu yang diperlambat sehari.

Dengan bekal catatan kesehatan Swedia yang sangat baik, Janszky meneliti data dari 1987 sampai 2006. Mereka membandingkan jumlah serangan jantung pada seminggu sebelum dan sesudah jam diperlambat atau dipercepat satu jam.

Tahun lalu, studi di Amerika Serikat memperlihatkan bahwa kecelakaan yang menewaskan pejalan kaki saat jam pulang kerja pada bulan November–saat jam dimajukan di Amerika–bertambah. Sebaliknya pada Maret, saaj jam dimundurkan, kecelakaan berkurang.
sumber : Nurkhoiri dan http://tempointeraktif.com

RESULT SEARCHING

jam jantung

Filed in: Dunia Kesehatan

Recent Posts

SHARE