-

Ilmuwan Temukan Bakteri ”Penyebab-Hujan”

Satu tim ilmuwan dari Amerika Serikat dan Perancis telah menemukan

bukti bahwa bakteri ‘penyebab-hujan’ tersebar luas di atmosfir.

Partikel biologi itu dapat sangat mempengaruhi lingkaran hujan,

sehingga mempengaruhi cuaca, produksi pertanian dan bahkan

pemanasan global. Temuan baru tersebut disiarkan di jurnal Science

yang dikutip Xinhua, Jumat.

Tim penelitian itu mengkaji curah hujan dari berbagai lokasi di

Bumi dan memperlihatkan bahwa inti es paling aktif –dasar yang

meningkatkan pembentukan es– bersumber dari biologi. Itu penting

karena pembentukan es di awan diperlukan untuk menghasilkan salju

dan sebagian besar curah hujan.

Para peneliti telah menemukan dasar es biologi dalam contoh air

hujan dari Antartika hingga Louisiana –bahan itu ada di

mana-mana.

Partikel jelaga dan debu dapat menjadi dasar es, tapi dasar es

biologi mampu memicu pembekuan pada temperatur yang jauh lebih

hangat.

Konsep bakteri penyebab-hujan tak jauh berbeda. Banyak tempat ski

menggunakan baktei pembuat-es yang tersedia secara komersial dalam

bentuk beku untuk membuat salju ketika temperatur hanya beberapa

deraja di bawah titik beku.

Apa yang membut penelitian itu lebih rumit ialah bakteri

pembuat-es yang paling banyak diketahui adalah patogen tanaman.

Patogen tersebut, yang pada dasarnya adalah kuman, dapat

mengakibatkan luka beku pada tanaman, sehingga mengakibatkan

dampak ekonomi yang merusak pada hasil panen.

”Karena kasus itu sering terjadi pada patogen bakteri, tahap lain

lingkaran hidup mereka seringkali terabaikan karena pusat

kepentingan pada peran mereka pada tanaman dan kesehatan hewan,”

kata Bren Christner, salah seorang penulis studi tersebut dari

Lousiana State University.

”Angkutan melalui atmosfir adalah strategi penyebaran yang sangat

efisien, sehingga kemampuan patogen untuk mempengaruh curah hujan

dari atmosfir akan menguntungkan dalam menemukan sumber baru.”

Mungkin saja bahwa atmosfir merupakan satu bagian lingkaran

infeksi, tempat bakteri menulari tanaman, menggandakan diri,

menyemprot ke dalam atmosfir dan kemudian dikirim ke tanaman baru

melalui curah hujan di atmosfir.

”Kebanyakan peran yang dimainkan oleh partikel biologi dalam

proses atmosfir telah terlewatkan. Hasil kami menyediakan janin

bagi ilmuwan atmosfir untuk mulai memikirkan peran yang dimainkan

partikel ini dalam menghasilkan hujan,” kata Christner. (Ant)

Filed in: Dunia Sains

Recent Posts

SHARE