24

Gaji Ayah Berapa?

Seperti biasa Ghana, Kepala Cabang Sebuah perusahaan swasta terkemuka diJakarta, tiba dirumahnya pada pukul 9 malam. tidak seperti biasanya, Annisa, putri pertamanya yang baru duduk dikelas 3 SD membukakan pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama “kok, belum tidur?” sapa Ghana sambil mencium anaknya. biasanya Annisa memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika akan berangkat kantor pagi hari. sambil membuntuti sang ayah menuju ruang keluarga, Annisa berucap”aku nunggu Ayah pulang, sebab Annisa mo nanya..berapa sih gaji ayah?”

“Lho tumben, kok nanya gaji Ayah? mau minta uang lagi, ya?” “ah..enggak pengen tau aja” ucap Annisa singkat. “OK..kamu boleh hitung sendiri, setiap hari ayah bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp.40.000,- setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja. Sabtu minggu libur, kadang Sabtu Ayah masih lembur. jadi Ayah dalam 1 bulan berapa hayooo?” Annisa berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara ayahnya melepas sepatu dan menyalakan televisi. ketika Ghana beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Annisa berlari mengikutinya. “kalo satu hari Ayah dibayar Rp.400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam ayah digaji Rp.40.000,- dong” katanya. “wah, pinter kamu. sudah sekarang cuci kaki, terus bobo’ ya” perintah Ghana
Tetapi Annisa tidak beranjak, sambil menyaksikan ayahnya berganti pakaian, annisa kembali bertanya, ” Ayah, aku boleh pinjem uang Rp.5000,- enggak?” “sudah, nggak usah macam-macam lagi, buat apa minta uang malam-malam begini? ayah capek, dan mau mandi dulu, tidurlah”. “tapi Ayah…” Kesabaran Ghana pun habis. ” Ayah bilang tidur!” hardiknya mengejutkan Annisa. anak kecil itupun berbalik menuju kamarnya. usai mandi, Ghan nampak menyesali hardiknya. ia pun menengok Annisa dikamar tidurnya. anak kesayangannya itu belum tidur. annisa didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp.15.000,- di tangannya.

Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Ghana berkata, “maafkan Ayah, Nak, Ayang sayang sekali sama Annisa. tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini? kalau mau beli mainan, besok kan bisa. jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun papa kasih” jawab Ghana

“Ayah, aku enggak minta uang. aku hanya pinjam. nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini”. “iya, tapi buat apa? tanya Ghana lembut.

“aku menunggu Ayah dari jam 8. aku mau ajak Ayah main ular tangga. tiga puluh menit aja. mama bilang kalo waktu ayah itu berharga. jadi, aku mau ganti waktu ayah, aku buka tabunganku, hanya Rp.15.000,- tapi karena Ayah bilang satu jam dibayar Rp.40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp.20.000,- tapi duit tabunganku kurang Rp.5000,- makanya aku mau pinjam dari ayah” kata polos Annisa

Ghana pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. dia baru menyadari ternyata limpahan harta yangdia berikan selama ini, tidak cukup untuk “membeli” kebahagiaan anaknya.

Tunaikan hak sesuai tempatnya. paling tidak hak Tuhan kita, hak fisik kita hak sesama manusia (kiriman email kawan)

sumber :http://ciptoadhisetiawan.blogspot.com dari lembaran cerita dimasjid dan

Filed in: Artikel Pilihan

Recent Posts

SHARE

24 Responses to "Gaji Ayah Berapa?"

  1. Opics says:

    gw nangis mbacanya mas, menyentuh hati saya banget

  2. Richie Rich says:

    Menyentuh mas. ternyata waktu itu benar benar berharga

  3. nj says:

    aku juga nangis…………inget anakku yang dirumah, ku tinggal kerja dari jam 6.30 pagi sampai jam 5 sore…………..mama sayang kamu nak. mama lakukan ini buat kamu juga nak……..

  4. Rachmat H says:

    Asli, memang menyentuh hati banget. Mungkin kalo gw cewe, gw udah meraung-raung haru…. hehehehe…..

  5. jingga says:

    hmm……. aku suka banget baca2 yang beginian. reminds us about what the real treasure is . Tks udah berbagi ya mas :) . More power buat masenchipz deh

  6. diana says:

    hehehehehehehehehehhe………………….
    para comentnya kyknya emg suka bku bgt ya???????????!!!!!!!!!!!!!!!!!

  7. Ali says:

    Wduh merinding ni
    smoga crita ini dpt menyentuh dan mrubah cra pndang kta tentang hdup sbnarnya

  8. homy says:

    cukup mengharukan ceritanya.

  9. jenny says:

    yup tanpa uang org akan menderita…berlebihan uang membuat sengsara…pandai2 bersyukur dan jauh dr iri dengki dgn hidup org lain maka ga akn mengalami kemalangan diatas hehehehe

  10. sugeng purwanto says:

    baik untuk instropeksi diri kita, agar tidak merasa diri kita selalu benar

  11. DWI HADI says:

    Kita harus sadar, bahwa semua yang kita lakukan untuk tuhan, keluarga dan dunia tapi kita harus tau porsi dan kemampuan kita.

  12. irmawan says:

    asli mas sedih bgt saya terharu saya salut cerita nya

  13. raksa says:

    terharu, saya membacanya sob…. menyentuh banget… jadi pengen nagis :(

  14. lian says:

    hhiiiiiksss….hiks…..hiks….hiks…..hiks…..

  15. Mara Erviani says:

    Saya suka tuh orang yang kl ngepost artikel/tukisan ditulisin sumber aslinya… ini jujur dan ilmiah

  16. ihsannur says:

    bagus banget mas .. boleh sharing ya??

  17. verina says:

    harus diperbanyak nih tulisan kaya bgini
    biar bisa mengetuk hati kita yang slama ni cma mikirin diri sendiri
    KEREEN!!!

  18. risa says:

    ijin share ya…
    serasa teertohok nih!

  19. faris says:

    saAia benar-benar terharu, kisah ini membuat siapapun yg baca MBREBES MILI, Ra kroso netes eluh neng pipiku…..

  20. ikhsan says:

    sumapah ampe meitikkkan air mata saya membacanya!!! nice article maz…..

  21. natan says:

    wah penuh insipiration kisahnya,ane jadi keinget sama orang2 yang disekitar ane

  22. rofiq says:

    tanks mas.. dah bkin gwa sadar… tanks bnget gw ampe nangis ni….

  23. Gold-g Gamat says:

    pernah baca cerita ini vi bukan tentang ayah tapi ibu dan anaknya..

  24. iwan says:

    itulah hidup kl hanya uang yg mnjdi ukuran,smoga kita bisa instropeksi diri,krna kluarga juga mmbutuhkan prhatian kita

Leave a Reply

Submit Comment